Dental

MERAWAT GIGI ANAK SEJAK DINI

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar atau Riskesdas tahun 2013 disebutkan bahwa Prevalensi Nasional Masalah Gigi-Mulut adalah 25,9%, mengalami peningkatan dari tahun 2007. Peningkatan prevalensi masalah kesehatan gigi dan mulut tentu menjadi masalah kita bersama.

Bulan iniĀ  dijadikan sebagai bulan kesehatan gigi nasional dimana masyarakat kembali dapat memeriksakan gigi dan mendapatkan pelayanan kesehatan umum melibatkan 20 rumah sakit, 19 fakultas kedokteran gigi dan 14 kota di seluruh Indonesia. Kegiatan ini dalam rangka memberikan edukasi dan pelayanan kesehatan gigi dan mulut di masyarakat dan diharapkan dapat berbagi pengalaman dan mengajak adik-adik sekolah serta orang tuanya ikut menjaga kesehatan gigi.

Kesehatan gigi dan mulutĀ  adalah perlu diperhatikan jika gigi yang berlubang apabila tidak dirawat dapat menyebakan rasa sakit hingga kehilangan gigi. Mulut adalah tempat yang baik daam perkembangan bakteri. Apabila tidak dibersihkan akan menyebabkan perkembangan bakteri didalam mulut dan membentuk koloni yang akan mengakibatkan gigi berlubang

Kesehataan gigi masyarakat tidak terlepas dari pendidikan kesehatan gigi dan mulut sejak dini, seyonkyanya orang tua dapat menanamkan pendidikan sejak dini kepada anak, sehingga edukasi dan preventif dilakukan sejak dini. Walaupun gigi susu anak-anak akan tergantikan oleh gigi permanen nantinya, gigi susu memiliki peran penting dalam menyelaraskan gigi permanen yang akan tumbuh. Jadi perhatian terhadap gigi susu bisa dilakukan sejak dini.

Gigi terdiri dari tiga yakni gigi seri, gigi taring dan gigi geraham yang totalnya 20, berbeda denagn gigi dewasa yakni 32. Waktu tumbuhnya tiap gigi juga berbeda-beda tiap gigi dan bervariasi pada setiap anak. Gigi susu akan terganti oleh gigi permanen dengan cara meresobsi gigi susu

 

Pertumbuhan gigi menyebabkan rasa kurang nyaman pada anak seperti rasa nyeri, anak-anak akan sering mengigit ataupun memasukkan tangan ke mulutnya. Gusi juga akan tampak sedikit bengkak . Maka dapat ditangani denagn memberikan mainan yang lembut dan sesuai umur dan perkembangannya.

Jika gigi tersebut tidak muncul sesuai waktu tersebut atau lebih dari setahun dari waktu tersebut, Anda dapat memeriksa apakah gigi tersebut telah goyang atau gigi permanennya tidak berada dilengkung gigi. Pemeriksaan radiografi juga dapat membantu apakah terdapat benih gigi permenen atau tidak. Gigi susu sebaiknya dipertahankan selama mungkin sesuai rentan waktu tersebut karena gigi susu menjaga tempat tumbuhnya gigi permanen sehingga apabila gigi permanen tumbuh tidak kekurangan tempat atau berdesakan dengan gigi lainnya karena pencabutan terlalu cepat gigi susu menjadi salah satu penyebab gigi tumbuh berdesakkan pada gigi permanen.

Gigi susu juga harus selalu dibersihkan walau hanya dua gigi sekalipun. Anda dapat membersihkan dengan melilitkan kasa di jari anda dan mengosok dengan kasa tanpa pasta gigi atau membersihkan dengan sikat gigi khusu bayi dengan tekstur gigi yang lembut. Pada usia 18-24 bulan , cobalah anak memegang sikat gigi dan tuntun anak membersihkan giginya sendiri.

 

Biasakan setelah meminum susu segera bilas dengan air putih karena sisa susu dapat menjadi zat pembentuk lubang pada gigi. Pola minum susu dengan mengunakan dot sebelum tidur dapat menyebabkan gigi susu berlubang, disebabkan saat tertidur mulut dan gigi terendam susu yang mengandung gula. Gula ini akan berubah menjadi asam dan asam ini menjadikan kondisi yang subur bagi tumbuhnya bakteri hingga merusak gigi secara menyeluruh. Efek dari kebiasaan ini menyebabkan gigi berubah warna kehitaman pada seluruh gigi anak ini disebut nursing bottle syndrome.

Kebiasaan buruk anak seperti menghisap jari dapat menyebabkan maloklusi atau keadaan yang menyimpang dari posisi gigi yang normal, seperti open bite atau tidak adanya kontak gigi seri rahang atas dan rahang bawah. Kebiasaan ini penting ditangani sebelum beranjak dewasa untuk menghindari efek maloklusi, perawatan seperti melilitkan kasa pada jari yang sering dihisap atau mengalihkan pikiran menghisap jari dengan memberikan mainan jari seperti memencet mainan dan lain-lain.

Selanjutnya berbagai cara dapat dilakukan untuk memperkuat gigi susu anak-anak dengan cara memberikan asupan nutrisi buah-buahan, sayur-sayuran , vitamin, mineral. Buah-buahan seperti jeruk dan stoberi memberikan asupan vitamin . Selain itu, keju dan susu yang kaya kalsium mengandung vitamin D yang menjadi asupan yang baik bagi email gigi dan bertindak sebagai pertahanaan terhadap bakteri perusak gigi. Makanan yang terlalu lembek kurang membantu dalam pertumbuhan tulang rahang anak, biasakan dengan mengkonsumsi buah-buahan untuk merangsang pertumbuhan rahang anak yang lebih baik

Sejak dini anak-anak dibiasakan dalam menjaga kesehatan gigi dan mulutnya. Lakukan pemeriksaan gigi setiap enam bulan sekali

 

Referensi :

www.tanyapepsodent.com

www. siloamhospitals.com

http://www.tanyadok.com/anak