Dental

Meniti Asa untuk Kesehatan Indonesia yang Lebih Baik

Beberapa minggu yang lalu saya menghadiri pertemuan sederhana dengan beberapa dokter gigi yang bekerja di Rumah Sakit dan Puskesmas. Percakapannya kami seputar kegiatan seminar selnjutnya yang akan segera dilaksanakan hingga kami berbelok membahas peningkatan kunjungan masyarakat ke poli gigi Puskesmas dan Rumah sakit.

“Sejak Juni ini, pasiennya lebih banyak yah” tutur salah satu dokter
“ Iya, biasanya sehari tidak ada atau paling banyak tiga. Biasanya datang banyak waktu bercerita, sekarang agak padat”

Setelah menceritkan kegiatan poli gigi masing-masing, kami berkesimpulan masyarakat kini lebih paham dan mulai sadar tentang kesehatan gigi dan mulutnya. Masyarakat kini mulai paham bahwa tidak semua maslaah gigi solusinya adalah pencabutan. Ada tindakan lainnya yang dapat dilakukan untuk tetap mempertahankan gigi tersebut seperti penambalan atau perawatan sehinga gigi tersebut masih dapat digunakan.

Nah, keberhasilan dari peningkatan pengetahuan kesehatan masyarakat tidak lain peran pemerintah, sumber daya manusia medis dan pihak-pihak yng turut membantu yang terus memberikan edukasi ke masyarakat.

Salah satu asuransi kesehatan dari pemerintas adalah Jaminaan Kesehatan Nasional (JKN), program pemeerintah yang bertujuan untuk memberikan kepastian jaminan kesehatan yang menyeluruh bagi seluruh rakyat Indonesia untuk dapat hidup sehat, produktif dan sejahtera. Asuransi ini memang ttidak gratis, masyarakat membayar biaya iuran perbulan yang bervariasi sesuai kategori pekerjaan peserta.

Selanjutnya masyarakat dapat mengunakan asurasni tersebut pada puskesmas atau klinik keluarag yang bekerjsama dengan BPJS selama peserta mengikuti prosedur dan ketentuan yang berlaku. Sesuai dengan peratuaran BPJS Kesehatan nomor 1 tahun 2014 Pasal 52 ayat 1, berikut kestaan gigi yang dijamin BPJS Kesehatan : (1) Administrasi pelayanan, (2) pemerikasaan, pengobatan dan konsultasi medis, (3) pre-medikasi, (4)kegawatdaruratan ortodental, (5) pencabutan gigi sulung, (6) pencabutan gigi pemanen tanpa penyulit, (7) obat pasca ektraksi, (8) tumpatan/penambalan, (9) scalling gigi

Adapun keluhan-keluhan mengenai regulasi asuransi JKN, mulai dari lokasi peserta dan puskemas yang ditunjuk, tindakan dan lain-lain, mungkin masih perlu terus berbenah. Semoga perlahan-lahan pemerintah, dna masyarakat dapat bekerjasama dalam menciptakan kesehtan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Peran pemerintah saja tidak cukup untuk membangun pelayanan kesehatan yang baik untuk seluruhnya. Pelu bantuan dari berbagai pihak. Salah satu inovasi mewujukan pelayanan kesehatan yang unggul dilakuka oleh Astra.

Kegiatan dalam bidang Kesehatan seperti program Corporate Socail Responbility (CSR) untuk kesehatan ibu dan anak serta akses kesehatan untuk seluruh masyarakat, program Mobil Kesehatan Astra (MOKESA) hadir untuk memberikan pengobatan gratis bagi masyarakat yang telah mencapai 125.818 pasien , program pembinaan ke 1.577 posyandu, menyelenggarakan donasi darah yang mencpai 216.263, donasi kacamata untuk generasi sehat Indonesia mencapai 15.654 pasien dan kampong berseri Astra kepada 49 KBA seluruh provinsi di Indonesia

Astra telah mencapai usia 60 tahun senantiasa ikut membangun kesehtan, pendidikan, lingkungan dan kewiraushaan. Program kesehatan telah saya paparkan diatas. Harapannya agar seluruh pihak dapat bersma-sama membangun pelayanan kesehatan Indonesia yang lebih baik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *