Jalan-jalan

Berburu jajanan masa kecil di Pasar Terong

“Kalau boleh tahu, dari tadi foto-foto untuk apa yah ?” Tanya seorang perempuan sambil memasukkan barang daganganya ke kantong plastik.  Dia pemilik dari kedai jajanan eceran di salah satu pasar di kota makassar. Saya berbalik dan  menarik sudut bibir selebar-lebarnya. Saya yang sejak tadi  memotret jualannya belum menjelaskan maksud saya untuk membuat tulisan seputar Pasar Terong.

Yah, hari itu saya jalan-jalan ke Pasar Terong,  pasar yang terletak di Jalan Terong, Kecamatan Wajo, Makassar. Daerah ini cukup stategis di kota makassar dan pasar Terong termasuk salah satu pemasok sayuran terbanyak di Sulawesi Selatan. Hari itu Pasar Terong tampak ramai oleh pembeli dan penjual, maklum hari itu hari libur.

image

Pasar terong terkenal dengan sayur-sayurannya ataupun jualan pakaian cakar (pakaian bekas impor), tetapi kali ini saya ingin sedikit bercerita tentang jualan jajanan anak tempo dulu yang masih dijual di pasar terong. Sedikit bernostalgia dengan jajanan yang dulu sering saya nikmati tetapi sudah jarang saya dapati di sekitar.

Beberapa bulan yang lalu, saya jalan-jalan di sebuah pusat perbelajaan di kota makassar bersama teman-teman. Kami singgah di sebuah supermarket dan mendapati jajanan 90an. Harganya cukup mahal, kata seorang teman saya.

“Kalau ke pasar, harganya cuma Rp. 6000,- satu box, ini cuma 5 biji Rp 6000. Coba lihat di pasar terong kayaknya banyak.” celetuk teman saya sambil memegang sebuah jajanan anak-anak.

Jadilah hari ini saya ke Pasar Terong, berburu jajanan anak-anak yang sudah ada sejak tahun 90an atau lebih dengan harapan bisa mendapatkan harga lebih murah. Dari hasil bertanya pada penjual sekitar saya mendapatkan petujuk letak kedai jajanan anak tersebut, hanya tinggal lurus dari arah Jalan Bawakaraeng hingga mendapatkan blok penjual ikan, ayam, udang dan sebagainya yang berada di sebelah kanan. Menurut saya agak aneh karena kedai makanan berada di daerah penjual ikan yang notabene basah dan menghasilkan bau.

image

Setelah belok kanan ke blok penjual ikan, saya hanya perlu berjalan lurus hingga mendapatkan sebuah kedai jajanan anak. Tampak berbagai jajanan anak disediakan pada kedai tersebut, sebetulnya beberapa jajanan tersebut masih ada di  toko eceran atau penjual lapak yang biasa menampakkan jualannya disekitar sekolah dasar, tetapi beberapa jajanan sudah mulai kurang di pasaran mungkin karena tergeser oleh jajanan pabrik lainnya yang lebih besar atau sudah sejak lama diproduksi Beberapa jajanan  sudah saya dapatkan sedari masih sekolah dasar.

image

Kedai penjual jajanan anak-anak

Di kedai tersebut terdapat berbagai jajanan, penjualnya adalah seorang perempuan dengan usia sekitar 30an yang telah berjualanl kurang lebih delapan tahun. Sebagian besar jualannya berupa jajanan kripik, permen dan permainan undian berhadiah. Sebagian lainnya adalah sabun, detergen dan shampo.

Berbagai jajanan anak-anak tersedia di sana. Mulai dari balon AAA, jenis balon yang bentuk awalnya serupa gel dan baru mengembang kalau ditiup dengan bantuan satu tongkat plastik kecil. Harganya Rp.6.000,- per box, harga yang cukup murah dibandingkan harga toko dan harga supermarket.

image

Kemudian ada cup yang berisi coklat. Sewaktu saya kecil seingat saya harga satu coklat per cupnya Rp. 200,- . Sekarang satu papan isi 12 harga Rp. 6.000,- . Sewaktu  kecil saya cuma bisa beli satu sampai dua cup karena uang jajan yang terbatas, sekarang dua papan juga bisa hahaha.

image

Ada berbagai jajanan lainnya, beberapa jajanan sudah jarang kita temui seperti permen pendekar biru yang kalau kita cicipi akan membuat lidah berwarna biru. Ada juga permen berbentuk rokok dengan rasa mint, coklat dan stoberi yang biasa diemut anak-anak sambil memperagakan gaya orang merokok. Harga masing-masing Rp.4.500,- per bungkus.

image

image

Pendekar biru dan permen rokok

Sangat menyenangkan melihat berbagai jenis jajanan yang pernah kita cicipi ketika masih kecil, sedikit bernostalgia dan membedakan rasanya sekarang dibandingkan dahulu. Perbedaan paling terlihat adalah bentuk, sewaktu kecil bentuknya lebih besar mungkin disebabkan bertambahnya ukuran tubuh maka beberapa barang terasa lebih kecil.

Selesai berkeliling, saya segera pulang dengan membeli dua jajanan, satu pack coklat cups dan permen rokok.

Pasar lokal seperti pasar Terong sering menjadi pilihan belanja, selain mendapatkan harga lebih murah, kita bisa mendapatkan barang-barang yang telah mulai hilang di pasaran seperti toko-toko atau supermarket.